Assalamualaikum readers..
Aku mau share nih pengalaman hamilku yg ke-2. Jadi waktu itu abang (baca:anakku yg pertama) sedang berusia 2tahun 5 bulan. Kita sedang sayang sayangnya. Sedang lucu lucu nya. Sedang nyebelin senyebelinnya. 😄
Masih ingat waktu itu, tepatnya Januari 2019 aku baru mutasi kerja ke tempat yang lebih dekat ke rumah dibanding tempat kerja sebelumnya. Aku lagi masa masanya menyesuaikan diri di tempat kerja baru, sedang on fire dengan kerjaanku. Beberapa bulan disana yang memang tempat kerjaku yang sekarang adalah kantor yang sangat disiplin, dipimpin oleh ibu kepala yang perfectionist, jadilah aku pun perlahan lahan ikutan berkualitas, disiplin, dan "kepake" 😄 gitu di kerjaanku.
Bulan ke 7 ( Juli 2019 ), kondisi badanku agak menurun. Karena seringnya pulang habis maghrib, dan hujan hujanan. Masih inget waktu itu aku cari ramuan JSR (jurus sehat Rasulullah) di akun ig nya dr. Zaidul Akbar. Manfaat sekali Masya Allah. Dengan gejala yg saat itu ada, aku yakin bahwa aku ini sakit Gerd. Lambung akut. Ku ikuti ramuannya. Dan mulai enakan.
Tiba periode haid berikutnya, lancar. Lalu setelah itu, orang tua ajak kami sekeluarga untuk makan malam di luar. Kebetulan suami pesan minuman bersoda. Sebelumnya, badanku memang masih sering keringat dingin, mual, pening. Lalu kutambah menantang minum minuman soda. Akhirnya keesokan harinya aku pun tak berdaya tumbang. Sakit.
Kondisi ku semakin parah saat sore hari aku muntah muntah dahsyat, disertai diare. Yang paling menakutkan, saat itu perasaanku jadi was was, khawatir berlebihan, dan rasanya akan mati. Ku telpon suamiku merayu ajak ke IGD Rumah Sakit terdekat. Perutku sakit sekali. Seperti ditusuk tusuk. Sambil meringis, menangis, menggigit bibir, suami senantiasa setia menunggu dan sepertinya juga kebingungan harus apa.
Tiba saatnya aku diperiksa, suster bertanya..
"Bu, sudah telat haid blm?"
"Belum, kemarin tanggal 31 Juli terakhir haid."
Waktu itu tanggal 19 Agustus 2019. Belum waktunya haid lagi.
"Kita periksa dulu (testpack) ya bu, takutnya ibu sedang mengandung, karena ibu ada indikasi Gerd dan akan disuntik ranitidine. Kita cari aman ya bu" Ujar si suster.
Waktu itu, ranitidine (obat lambung) sedang ditarik besar besaran dari masyarakat karena terindikasi negatif. Aku yang saat itu sedang kesakitan, menolak mentah mentah usulannya.
"Saya ga hamil, saya kesakitan!"
Aduh maap ya mbak suster waktu itu saya galak 😄
"Baik kalo begitu bu, dokter akan suntik ranitidine dan bla bla bla ... "
Dokter periksa perutku, diraba raba, dan kemudian memasukan obat ke selang infus.
Sekali lagi dokter bertanya, "Bu, sudah telat belum..?"
"Belum dook... Saya kesakitan" Jawabku sambil menangis.
"Nanti dipastikan ya, kalau hamil jangan minum obat sembarangan" Ucap si dokter.
Ajaib. Setelah disuntikkan obatnya, aku kembali ceria. Dan bisa pulang setelah mengantongi beberapa obat untuk diminum di rumah.
Hari demi hari, kok rasanya sakitku tidak kunjung sembuh. Malah semakin parah.
Kuminta izin pada Ibu kepala, untuk pulang cepat sambil menangis karena sudah tak tahan dengan sakit kepala, lemas, dan rasa ga karuan di badanku.
"Mau ke dokter apa neng?" Kata si Ibu.
"Spesialis penyakit dalam bu sepertinya" Ujarku.
"Cepet sembuh atuh neng, biar bisa produktif lagi" Ujarnya
Lalu teman sekantor berkomentar,
"Coba testpack, soalnya mirip yang lagi hamil muda"
"Bukan.. Ini aku sakit.. Kerasanya beda"
Ucapku sambil menangis menahan sakit.
Tiba di RS, kuhanya pandangi dan melewatinya begitu saja. Ku putar balik pulang saja, berdoa pada Allah meminta kesembuhan. Karena pergi ke dokter rasanya menyeramkan. Aku belum siap.
Ketika putar arah lagi pulang pakai angkot, aku malah berhenti di apotik. Entah ada ilham dari mana ingin kesana. Aku pun tak tahu mau beli obat apa.
Tapi tiba tiba, aku berkata ini pada petugas apotiknya,
"Pak, mau testpack yang harganya paling murah"
Kenapa pula aku harus bilang paling murah? Masih misteri. 😁
Langsung ku pulang, ke rumah nenekku. Karena anak sulungku ku titip di sana dengan mamahku. Aku langsung masuk ke toilet, tes urin dan muncul garis 2 dengan secepat kilat. Tanpa aba aba.
Tanganku gemetar. Ini serius Ya Allah?
Aku langsung telepon suamiku. Sambil menangis, menangis haru tentunya, kuceritakan semuanya. Dia berkata, Alhamdulillah.. Kado ulang tahun ya Mam. Karena kebetulan ulang tahunku dan suami di bulan yang sama hanya beda tanggal.
Seperti kebanyakan orang, setelah tau hamil, balada mual mual, pusing, muntah muntah makin meyakinkan dan tidak mencurigai Gerd lagi.
Happy Thuesday ...!
0 Comments